Sabtu, 17 Desember 2016

SENTILAN PAGI

Terkadang sentilan ke kita bisa lewat apa aja. 
Kali ini datang dari seorang anak tinggi kurus yg sedang PKL di tempat kami.
Kejadian ini sekitar tiga bulan yang lalu.
Cowok abege 17th ini pembawaannya kalem, nggak banyak omong.
Dari pengamatan kami, dia performanya paling menonjol dibandingkan teman-temannya.
Kerjanya cukup teliti dan bisa menyesuaikan diri dengan semrawutnya dunia kerja yang rempongnya dari pagi sampai sore...
Aku biasanya bukan tipe orang yang terlalu memperhatikan kebiasaan orang lain.
Tapi beberapa hari ini agak merasa aneh saja liat anak ini.
Sementara temen-temannya minta ijin untuk sholat dan pergi makan siang ke kantin kantor, tapi anak ini setelah sholat langsung balik lagi ke kantor.
Hmm...awalnya iseng aja nanya, "Kamu nggak jajan Dik?"
"Uangnya mau diirit-irit Bu..."
"Kamu dikasih uang saku dari orang tuamu, kan? Harian atau gimana?"
"Iya Bu, saya dikasih uang saku mingguan, sebanyak 20ribu seminggu..."

Whaaat??? Speechlessss *drama queen mode on*

Berarti kalau dihitung-hitung jatah sehari cuma 3000-4000 aja!
Padahal makan di kantin itu paling nggak minimal menghabiskan 5000-an (nasi sayur aja, nggak pakai lauk kayaknya)
Jam kerja PKL mengikuti jam kantor dari pagi sampai sore lhoo...
Anakku yg masih kelas 1 SD aja uang sakunya maksimal 5000 sehari
Terus besoknya disaat santai kami tanya lagi tentang keluarganya, mengalirlah cerita gimana pontang-panting orang tuanya mencari nafkah
Kebetulan orang tuanya buka usaha sendiri di rumah...
Gimana dia membantu orang tuanya kerja, mampu menyiapkan keperluannya sendiri termasuk memasak jika ibunya tak lagi sempat
Yang membuat hati makin semriwing, dia masuk ke sekolahnya ini dengan beasiswa full untuk uang gedung maupun SPP. Semoga kelak dia pun mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan ke bangku kuliah.
Saat dia berbagi cerita kepada kami, entah bagaimana awalnya dia mulai menitikkan air mata, membuat kami yang melihatnya jadi terbawa suasana.
Subhanallah...sungguh Maha Adilnya Dia 
Allah telah menganugerahkannya otak cerdas yang masih bisa terasah.
Dalam kondisi keluarga yang pas-pasan dia mampu menunjukkan prestasi.
Justru keadaan yang seperti ini akan melecutnya menjadi pribadi tangguh dan penuh daya juang.
Aku jadi ngaca lagi udah sejauh mana diri ini bersabar, bersyukur, dan berjuang...

Bersabarlah Dik, karena itu akan meringankan langkahmu...
Bersyukurlah Dik, karena Dia sedang menempamu menjadi sebongkah berlian, bukanlah arang...
Berjuanglah Dik, karena dengan kehendak-Nya kelak engkau bisa mengangkat derajat orang tuamu...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar