Rabu, 14 Desember 2016

RESEP NUGGET HOMEMADE


Yuk bunda, cobain buat nugget sendiri...gampang banget ternyata
Selain bebas dari bahan pengawet dan zat aditif lainnya...rasanya juga endess
Bahan dasar bisa dari daging ayam, tapi yang seneng ikan bisa pake tengiri atau dori
Aku pernah nyoba buat dua-duanya, sama-sama enak kok
Kalo pake daging ayam, rasa nugget tidak terlalu amis
Anak senang...ibu pun tenang

======================

Resep Nugget Homemade

Bahan : 
200 gr Daging ayam giling atau ikan dori/tengiri yang dihaluskan
Telur 1 butir
3 sdm tepung roti/panir
2 sdm tepung tapioka/maizena(aku pake maizena)
Bawang putih 3 siung, haluskan
Merica secukupnya
Garam secukupnya
Gula pasir 1/2 sdt
Keju (opsional)

Bahan pelapis :

Telur + sedikit garam, kocok lepas
Tepung roti/panir secukupnya

Cara membuat :
~ Campur semua bahan jadi satu, aduk rata, koreksi rasa
~ Siapkan loyang, olesi margarin tipis-tipis
~ Masukkan adonan kedalam loyang, ratakan
~ Kukus selama 25 - 30 menit sampai benar-benar matang. Kalo kurang matang, akan lembek saat diiris.
~ Setelah matang, potong-potong sesuai selera (resep ini bisa utk 16 potong dg ketebalan 1cm)
~ Masukkan ke telur kocok, lalu gulingkan di tepung roti. Ulangi step ini sekali lagi supaya lebih crispy
~ Goreng di api kecil sampai warna kecoklatan

Kalo nggak mau digoreng semua bisa disimpan di freezer...
Gimana bunda, mudah bukan?
Selamat mencoba yaa...

IKUT TRAINING MENULIS, SIAPA TAKUT?

Sumber foto: pendoasion.wordpress.com


Kegersangan terasa bukan karena kurang harta tapi karena kurang ilmu.

Status facebook dari Indari Mastuti ini berhasil memancing rasa penasaranku atau istilah masa kininya kepo maksimal, siapa sebenarnya beliau ini?

Indari Mastuti, sosok yang telah lama malang-melintang di dunia kepenulisan. Kiprah Indari Mastuti dalam hal pemberdayaan perempuan, khususnya di dunia bisnis dan menulis tak diragukan lagi. Melalui lembaga yang dibentuknya, IndScript Training Centre (ITC) telah menelurkan banyak perempuan yang menuangkan ide-ide kreatifnya lewat karya tulisan. ITC ini merupakan sebuah lembaga dibawah naungan perusahaan IndScript Creative, dimana Perempuan Inspiratif NOVA 2016 ini menjabat sebagai CEO perusahaan.

ITC semakin melebarkan sayapnya dalam  mengadakan training menulis artikel dengan menggandeng sebuah Agensi Artikel yang bernama @JoeraganArtikel. Sebuah kolaborasi cantik yang bersinergi untuk meningkatkan skill peserta training menulis artikel dalam membuat artikel pesanan, job review, dan cara berpenghasilan melalui blog.
Berbeda dengan training menulis artikel lainnya, training yang dilakukan secara online ini sangat menekankan pada praktek, praktek, dan praktek. Selain mendapatkan materi kepenulisan, peserta juga dikawal untuk langsung mengerjakan artikel pesanan. Kesempatan emas menjadi penulis profesional pun terbuka lebar bagi para lulusan training ini, untuk kemudian direkrut menjadi tim penulis inti di emakpintar.asia, dan akan terus dibina dalam meraih jenjang karir kepenulisan selanjutnya.

Aku telah lama menguburkan impian sebagai penulis. Hingga minat menulisku kembali bangkit saat bergabung dengan sebuah komunitas online bentukan Indari Mastuti, dimana beliau mengatakan bahwa kita harus berani bermimpi. Ketika mendapat informasi training menulis yang diadakan @JoeraganArtikel, aku pun langsung menghubungi Ummi Aleeya selaku Trainer dan Owner @JoeraganArtikel. Jangan ragu untuk menghubungi beliau jika Anda punya minat yang sama denganku. Mindset yang akan terbentuk adalah menulis itu mudah, jika tidak puas dengan tulisan pertama maka buatlah tulisan yang kedua lalu berikutnya. Practice makes perfect.

Dua srikandi Indonesia, Indari Mastuti dan Ummi Aleeya, layak dijadikan sosok inspiratif bagi banyak perempuan Indonesia. Memberikan kesempatan pada para Bunda untuk berpenghasilan melalui profesi menulis artikel dari rumah, merupakan motto dari ITC dan @JoeraganArtikel. Sebuah cita-cita luhur untuk membantu banyak perempuan Indonesia menjadi sosok yang mampu berkarya tanpa meninggalkan kodrat mereka sebagai istri dan ibu. Karena dari seorang perempuan lahirlah sebuah peradaban.

RESEP SCHOTEL MACARONI


Hujan-hujan itu enaknya nyantai di rumah dan ngemil bareng keluarga
Bingung membuat kudapan yang gampang dan disukai anak-anak?
Yuk cobain buat schotel macaroni
Cara buatnya bisa dipanggang di oven ataupun dikukus
Isiannya bisa pake daging cincang atau kornet, bisa juga diganti dengan wortel...selera masing-masing aja yaa

=========

Resep Schotel Macaroni


Bahan : 
100 gr macaroni (aku pake ½ bungkus La Fonte)
2 siung bawang putih, haluskan
⅓ bawang bombay, cincang
1 butir telur, kocok
200 ml susu cair (aku pake 1 dus Ultramilk putih 200ml)
Keju Quick melt, diparut
Wortel, diparut
Lada secukupnya 
Gula garam secukupnya

Cara membuat :
~ Rebus air tambahin sedikit minyak goreng, masukkan macaroni saat mendidih, rebus 10-15 menit, tiriskan

~ Tumis bawang bombay, bawang putih sampai harum

~ Tambahkan sedikit air, masukkan macaroni, lada, gula, garam, susu, parutan keju, parutan wortel...boleh ditambahin penyedap rasa (kalo aku nggak pake), jangan lupa koreksi rasa yaa

~ Biarkan mengental sambil sesekali diaduk

~ Matikan kompor saat udah mengental. Diamkan 1-2 menit, lalu masukkan telur kocok, campur rata

~ Masukkan kedalam loyang, ratakan, dan beri parutan keju diatasnya

~ Kukus selama ± 20 menit

~ Sajikan bersama saus sambal...hmm nyam nyam rasanya

Selamat mencoba...


RESEP AYAM KREMES




Terinspirasi saat lihat Chef Rudi sebuah tayangan kuliner di sebuah stasiun TV 
Akhirnya diniatkan untuk nyoba buat ayam kremesan sendiri
Selama ini selalu beli jadi dan tinggal lepp aja, nggak pernah mau repot
Tapi kayaknya seru juga kalo sesekali men-challenge diri sendiri

MasyaAllah ternyata tricky buanget bikin kremesan... 
Kayaknya sih gampang tapi nggak boleh meremehkan
Kurang minyak atau minyak kurang panas kremesan jadi menggumpal, minyak terlalu panas jadi gosong
Setelah melewati beberapa kali percobaan, taraaa...jadilah kremesan yang layak makan haha
Aah tapi gimanapun puaaas bisa bikin ayam kremes sendiri, dan langsung ludes diserbu anak-anak
Kalau saya sih makannya pake nasi anget, sambel bawang, dan daun singkong rebus

Nikmaaat...

==============

Ayam Kremes

Bahan : 
1 ekor ayam pejantan, potong kecil-kecil
Air 
1 ruas Laos
1 ruas Jahe
1 batang Serai
3 lembar Daun salam
Gula garam
Bumbu halus :
5 bawang merah
5 bawang putih 
2 cm kunyit
1 sdm ketumbar
5 buah miri

Bahan kremesan :
± 300 ml Air rebusan ayam
120 gr tepung kanji
5 sdm tepung beras
1 kuning telur
1 sdt baking powder
2 bawang putih
Sedikit ketumbar+lada
Garam

Cara membuat : 
~ Masukkan bumbu halus dan bumbu lainnya kedalam air, rebus ± 15 menit dg panci terbuka
~ Masukkan ayam dalam panci, rebus ± 15 menit dg panci terbuka, koreksi rasa
~ Tutup panci dan rebus selama ± 30 menit
~ Matikan api, biarkan panci terbuka sampai benar-benar dingin ayamnya (kata chef Rudi, saat dibiarkan dingin inilah proses bumbu meresap sampai kedalam ayam)
~ Tiriskan ayam dan goreng
~ Membuat kremesan : campur semua bahan kremesan, panaskan minyak agak banyak dan pastikan sudah panas, baru kucur-kucurkan adonan beberapa sendok, goreng sampai keemasan, tiriskan...ulangi sampai adonan habis

Selamat mencobaa...

Kamis, 08 Desember 2016

HATI-HATI CLBK LEWAT MEDIA SOSIAL


Sumber foto : theguardian.com

Ya Allah...tambah keren aja nih orang
Wah karirnya makin melejit deh kayaknya…
Senyumnya ituu…masih sama seperti yang dulu

Tak sadar kalimat-kalimat ini terbersit dalam hati saat kita lihat foto atau status “sang mantan”. Adakah yang punya pengalaman sama? Hehe…cukup dijawab dalam hati saja.

Berawal dari sebuah cerita yang saya dapat beberapa waktu lalu, pengalaman pribadi yang dialami seorang mahmud (mamah muda) dan cerita lain yang banyak berseliweran di timeline facebook…
Dari yang semula penasaran bagaimana ya kabar “sang mantan” sekarang,seperti apa ya dia dan keluarganya sekarang
Lalu iseng-iseng stalking status facebook atau instagramnya, diam-diam menjadi follower setianya. Rajin pula mengirim like dan komen ditiap statusnya.
Muncullah rasa rindu dan perasaan ingin mengulang masa lalu yang mungkin terasa indah, dan berharap dia juga menaruh perhatian yang sama dengan kita.
Lama-lama tangan jadi gatal ingin menyapanya secara personal.
Gayung bersambut, dia pun ternyata juga senang bertukar sapa dengan kita..
Berlanjutlah nostalgia dan saling curhat.
Benih-benih CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali) pun kian hari kian mekar.
Yang paling menyedihkan jika berujung ke perselingkuhan dan rumah tangga pun diambang kehancuran.

Berlebihankah cerita saya? Ooh tentu tidak…
Tanpa kita sadari, sekarang fenomena ini makin marak terjadi.
Di era serba digital dimana akses internet sudah bukan barang langka lagi, banyak orang mudah sekali terkoneksi lewat media sosial, baik facebook maupun instagram.

Mengapa untuk mencari tahu kabar “sang mantan” sangatlah menggelitik?
Banyak faktor yang membuat kita melakukannya.
Pertama, kita belum bisa move on dari masa lalu. Kenangan indah yang dilalui bersama mantan, karena yang dulu kita alami hanyalah kenikmatan semu semata. Kebaikan dari mantan yang lebih banyak tampak, dan keburukannya masih banyak tersembunyi. Sedangkan disaat kita berumah tangga, segala kebaikan dan keburukan pasangan terpampang jelas di depan mata.
Kedua, kurang harmonisnya kita bersama pasangan. Ada titik dimana perasaan jenuh, bosan, atau tidak puas dengan pasangan memuncak. Hal ini lantas dijadikan alasan untuk mencari sebuah pelarian.
Ketiga, ekspektasi kita terhadap pasangan terlalu tinggi. Hal ini membuat kita tidak bisa berdamai dengan realitas yang ada. Muncullah kegelisahan dan kekecewaan yang berlebihan. Hingga sang mantan hadir dengan membawa “keinginan” kita.

Lalu, wajarkah jika kita menyimpan rasa kagum kepada “sang mantan”?
Menurut saya sih sangatlah wajar dan manusiawi jika kita mengagumi seseorang.
Hanya saja tempatkan kekaguman itu pada tempat yang proporsional, janganlah mengambil tempat utama di hati kita.
Kalau perlu masukkan saja perasaan itu ke dalam safety box, lalu kunci rapat kotaknya, dan buang ke laut saja kuncinya…hehe

Nah, bagaimana jika sudah telanjur CLBK?
Ambil waktu khusus untuk merenung.
Seseorang yang  sedang dikuasai hawa nafsu biasanya bersikap emosional dan melakukan pembenaran.
Merenunglah dengan hati yang bening. Bertanyalah ke diri sendiri, apakah selama ini saya salah? Bagaimana dengan pasangan saya? Lalu bagaimana dengan masa depan rumah tangga dan anak-anak saya?Apakah rela semua hancur demi kenikmatan semu belaka?

Berhentilah membandingkan pasangan dengan orang lain, terutama mantan.
Seringkali yang tampak hanyalah keburukan pasangan, padahal sebenarnya tanpa kita sadari lebih banyak kebaikannya.
Karena kebaikan pasangan mungkin hanya kita anggap sebagai rutinitas atau kewajiban saja
Ketika mulai membandingkan dengan orang lain, kita pun selalu merasa  rumput tetangga lebih hijau. Apalagi kalau godaan CLBK itu datang, bahaya deh…
Disaat mulai muncul desir lain didalam hati, sudah saatnya alarm  tanda STOP berbunyi nyaring. Ingatlah kembali kebaikan-kebaikan pasangan.
Dalam Islam, ikatan pernikahan disebut sebagai suatu ikatan perjanjian yang kuat dan kokoh (mitsaqan ghaliza).  Jangan lupa mohon pertolongan Allah untuk kembali meneguhkan ikatan pernikahan kita, sehingga rumah tangga sakinah, mawadah, warohmah bukanlah angan kosong belaka.

Bijak memanfaatkan waktu untuk online
Pembatasan waktu online hanya 4 jam sehari menurut saya cukup efektif dan efisien. Masih banyak hal di dunia nyata yang menuntut perhatian penuh kita, seperti waktu bersama keluarga dan lingkungan sekitar, membereskan pekerjaan rumah tangga, mengasuh anak, bisnis, bekerja, belajar, dan terutama beribadah. Kita bisa dengan bijak memilah mana menjadi prioritas kita, termasuk “bergaul” di media sosial. Tidak semua hal dari media sosial yang bisa membawa manfaat bagi kehidupan kita.
Kitalah yang seharusnya mengendalikan media sosial sesuai dengan keinginan dan kebutuhan kita, bukanlah media sosial yang justru menguasai diri kita. Sepakat?


Selasa, 17 Februari 2015

TK Inklusi di Pinggiran Kota

Repost... aku copas dari salah satu status di timeline fb-ku...

Aku baru sadar kalau TK tempat Raina sekolah termasuk TK inklusi
artinya bisa menerima anak berkebutuhan khusus
Tadi pagi sewaktu mengantar Raina ke sekolah, aku melihat seorang temannya adalah anak dengan Down Syndrome. Zaki namanya...
Sorenya, aku ajak Raina bercakap-cakap

Aku: Na, mas Zaki tadi temen sekelasmu?
Raina: Mas Zaki anak baru bu, tapi langsung TK B...(Na masih TK A)
Aku: Oh pantes ibu baru liat. Kamu sering maen sama mas Zaki?
Raina: iyaa, dia suka ngejar temen-temennya dari belakang...
Aku: Ada yang suka nakalin mas Zaki ga?
Raina: Nggak...cuma pada manggil-mangil Zakiii...Zakiii, terus kejar-kejaran
Aku: Mas Zaki pinter apa kak, menggambar, mewarnai atau apa? 
Raina: Baca Iqro'nya cepet-cepet banget lho bu, suka duluin bunda...(Bunda ini sebutan untuk ibu guru)
Aku: Wah hebat...kamu mau kan temenan sama mas Zaki?
Raina: Iyaaa...

Bunda-bunda, salut deh buat kalian...
Karena mengajar dengan hati, dan tidak menganggap Zaki ini berbeda
Sehingga mendorong anak-anak lain melakukan hal yang sama
Yang ada ialah tiap anak itu unik
Masing-masing mereka hanya butuh penerimaan dan penghargaan...

Semoga ini menjadi bekal untuk anak-anak kita kelak
bisa menghargai suatu perbedaan
serta menyikapinya dengan bijak dan hati lapang


Mayang, 10 Februari 2015

Senin, 16 Februari 2015

My Little Boy, Aizar

Today is a big day for Aizar...
Yeah, kata-kata itu yang menghiasi timeline facebook-ku pagi ini
Ceritanya nih, hari ini adalah hari pertama Aizar masuk sekolah
Wow harusnya seneng dong, bangga dong, anak keduaku ini udah mulai sekolah
Tapiii...Aizar didaftarkan sekolah karena hal-hal di luar dugaan kami
Terkesan mendadak dan kurang terencana
Iya, Aizar ini baru berusia 2,5 tahun, usia yang terlalu dini untuk dimasukkan ke Kelompok Bermain
Lagipula sifatnya yang pemalu dan agak lama untuk beradaptasi di lingkungan baru
Beda banget sama kakaknya, Raina, yang punya sifat pemberani dan mudah bersosialisasi...

Sehari-hari Aizar ini diasuh oleh Bude Siti, pengasuhnya sejak bayi (Hiks, maafkan ibu bapak yang harus bekerja...) dan Fathiya, anak bungsuku, dititipkan ke mantan tetangga yang jaraknya sekitar 2 km dari rumah
Seminggu yang lalu, tanpa dinyana pengasuh Fathiya datang ke rumah dan berkata bahwa sementara dia tak bisa mengasuh Fathiya karena tensi darahnya tinggi dan rematik di kakinya kambuh
Sampai waktu yang tak bisa ditentukan
Fiuh, padahal kami sudah sangat percaya padanya...
Kecewa pasti, sedih iya...
Semua pasti ada jalan yang terbaik

Oke, setelah berdiskusi panjang dan lebar dengan suami akhirnya diambillah satu keputusan
Bude Siti kami minta untuk mengasuh Fathiya
Karena menurut pertimbangan kami, jika kami mengambil pengasuh baru lagi pasti butuh adaptasi untuk Fathiya
Tapi kasian juga kalau Bude Siti harus momong dua balita, ga tega...
Akhirnya, terpaksa kami titipkan Aizar ke PAUD/TK Alam ELC Kids, sekolah yang sama dengan kak Raina yang sudah TK A

Tadi pagi, adalah hari bersejarah untuk Aizar, ciee...
Bersama kak Raina, mereka kami antar ke sekolah
Kak Raina sudah berjanji bahwa dia akan slalu menjaga dan mendampingi adiknya di sekolah (ouuh, my sweet girl...)
Karena menghadapi lingkungan baru, Aizar langsung menangis keras-keras saat aku gandeng ke gerbang sekolah
Bunda (sapaan guru di PAUD ini) dengan lembut menyambut kami, dan langsung meyakinkan aku untuk mantap meninggalkan Aizar di sekolah
"Ga apa-apa Bu, wajar kok kalau Aizar nangis. Silahkan ditinggal aja, nanti saya gendong, biar dia beradaptasi dulu..." kata Bunda Ida menenangkanku
Hiks, ga tega sebenarnya ninggalin Aizar
Dalam  hati aku terus berdoa semoga kamu cepat beradaptasi ya anakku yang sholih...

Alhamdulillah...bapaknya cerita saat menjemput Aizar, dia sudah biasa dan tidak menangis
Yap, akan selalu ada yang pertama
Waktu berlalu sangat cepat, dan Aizar kami sudah tumbuh besar



Doa yang tiada henti dari ibumu...
Sore hari saat mati lampu, 16 Februari 2015